Judul nya sedikit di dramatisir. Hehehe.
Tanggal 16 May 2010 atau seminggu yang lalu saya dan rekan-rekan KFV dengan modal nekat tanpa rencana yang matang melakukan wisata perjalanan dari Batam dengan tujuan Tanjung Pinang dan Pulau Penyengat. Rekan-rekan yang bergabung dalam acara itu selain saya adalah Hasan, Ryane, Reka, Salim, Arief, dan Oki. Kita berkumpul di rumah Hasan sekitar jam 7 pagi lalu kita berangkat jam 7.30 menuju pelabuhan Tj. Punggur setelah itu menumpang kapal ferry Baruna menuju Tanjung Pinang. Kami membeli tiket perjalanan PP untuk kapal Baruna 78 ribu. Sebagai informasi untuk pembelian 6 tiket maka gratis satu tiket, jadi total kami membayar 6 tiket saja.
Kami tiba di Tj. Pinang sekitar jam 9 lewat lalu sarapan Asma Rujak di salah satu kedai di Jalan Merdeka Tj. Pinang. Saya kurang tahu kenapa makanan tersebut dinamakan Asma Rujak tetapi makanan itu terdiri dari goreng rajungan atau kepiting yang di goreng sampai empuk cangkang nya di tambah lontong dan diberi sambel kacang. Enak banget. Anda harus coba makanan ini.
Setelah sarapan kita melanjutkan perjalanan menuju Pulau Penyengat. Penyebrangan dari Tj. Pinang menuju Pulau Penyengat menggunakan pompong atau kapal kecil dengan tenaga motor menempuh waktur antara 15-20 menit. Ongkos yang harus dikeluarkan adalah 5000 rupiah. Murah yah
Beberapa foto yang saya ambil dalam perjalanan menuju Pulau Penyengat dari Tj. Pinang. Karena posisi perjalanan membelakangi matahari penggunaan filter CPL dapat sangat efektif untuk membuat langit lebih biru.
Sesudah sampai di Masjid , lsg berburu di sekitar masjid. Mencoba mencari pola-pola yang berbeda, shadow & highlight, dan moment yang mungkin dapat terekam. Berikut nya ada beberapa foto yang saya ambil di sekitar dan di dalam Masjid Raya Sultan Riau.
This slideshow requires JavaScript.
Sekian semoga dapat berguna dan menikmati nya. Terakhir ada foto yang saya ambil ketika seorang penjaga masjid berdoa bersama dengan salah seorang pengunjung masjid.
